Inilah 4 Pakaian Adat Dari Provinsi Sulawesi Tengah

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Inilah 4 Pakaian Adat Dari Provinsi Sulawesi Tengah

Dibandingkan dengan provinsi lainnya yang ada di Pulau Sulawesi, Sulawesi Tengah merupakan provinsi yang mempunyai wilayah paling luas. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa di wilayah yang luas ini bisa ditemukan berbagai macam suku Bangsa yang sangat heterogen dengan kebudayaanya yang berbeda-beda. Salah satu brntuk perbedaan kebudayaan tersebut dapat kita lihat pada bentuk dan jenis dari pakaian adat Provinsi Sulawesi Tengah di kancah nasional. Nah seperti apakah pakaian adat tersebut? Berikut ini penjelasannya.

Daftar Isi

Pakaian Adat Sulawesi Tengah

Jika dirunut dari demografi suku bangsanya, para penduduk Provinsi Sulawesi Tengah sedikitnya terdiri dari 8 suku besar, yakni suku kaili, suku saluan, suku babasal, suku bugis, suku mori, suku toli toli, gorontalo, dan suku pamona. Melihat kenyataan tersebut, maka ketika berbicara mengenai pakaian adat Provinsi Sulawesi Tengah, tentunya tidak bisa hanya membahas satu pakaian adat dari salah satu suku tersebut. Nah seperti apakah pakaian adat tersebut? berikut ini adalah 4 pakaian adat dari Provinsi Sulawesi Tengah.

1. Pakaian Adat Suku Kaili

Pakaian Adat Suku Kaili
Pakaian Adat Suku Kaili

Suku Kaili merupakan suku mayoritas di Provinsi Sulawesi Tengah dan mendiami di Kabupaten Donggala, Sigi, Kabupaten Poso, Parigi-Moutong, Tojo-Una Una, dan Kota Palu. Karena menjadi suku mayoritas dengan persentase lebih dari 20%, maka kebudayaan dari suku Kaili inilah yang sering mewakili provinsi Sulawesi Tengah di kancah nasional, termasuk juga di dalam hal pakaian adatnya.

Pakaian adat dari suku Kaili Provinsi Sulawesi Tengah ini bernama Baju Nggembe dan Baju Koje. Baju Nggembe merupakan baju adat khusus wanita atau remaja putri yang dipakai ketika pesta atau upacara adat. Baju ini mempunyai bentuk yang sangat unik, yaitu segi empat dengan kerah bulat dan blus longgar yang panjang hingga ke pinggang.

Penggunaan baju Nggembe ini dilengkapi dengan beberapa aksesoris yang diantaranya adalah sampo dada (penutup dada), gemo (kalung beruntai), ponto date (gelang panjang), dali taroe (anting panjang), dan pende (pending).

Sebagai bawahan, baju Nggembe ini biasanya dilengkapi dengan sarung tenun donggala yang disebut dengan Buya Sabe Kumbaja. Sarung ini dikepit pada bagian pinggang dengan ujung sarungnya yang terjuntai di pangkal tangan. Sarung ini juga bisa diikat dan dilipat ke samping kiri atau kanan para pemakainya.

Adapun untuk para bujang (pria), pakaian adat Provinsi Sulawesi Tengah dari suku Kaili ini diberi nama Baju Koje dan Puruka Pajana. Baju koje merupakan bagian atasan yang berupa kemeja dengan kerahnya yang tegak dan lengannya yang panjang. Sedangkan puruka pajana merupakan celana lebar yang dilengkapi dengan sarung pada bagian pinggang pemakainya. Para pria juga akan memakai destar (penutup kepala) yang disebut dengan siga dan keris yang diselipkan di bagian pinggangnya.

2. Pakaian Adat Suku Mori

Pakaian Adat Suku Mori
Pakaian Adat Suku Mori

Suku Mori merupakan suku yang mendiami daerah di sekitar Kabupaten Morowali. Suku mori ini mempunyai pakaian adat yang bernama Lambu. Pakaian adat untuk para perempuannya ini terdiri dari beberapa pernik yang diantaranya adalah rok panjang berwarna merah, blus berlengan panjang, dan aksesoris lain. Aksesoris tersebut diantaranya adalah Lansonggilo (tusuk konde), tole-tole (anting), Pewutu Busoki (Konde), mala (gelang), pebo’o (ikat pinggang), enu-enu (kalung), dan sinsi (cincin). Sedangkan untuk pria, pakaian adat yang dikenakan diantaranya adalah destar penutup kepala yang disebut dengan bate, kemeja, celana panjang berwarna merah, dan ikat pinggang yang disebut dengan sulepe.

3. Pakaian Adat Suku Toli Toli (Buol)

Pakaian Adat Suku Toli Toli (Buol)
Pakaian Adat Suku Toli Toli (Buol)

Suku Toli-toli merupakan suku yang mendiami daerah di sekitar Kabupaten Toli Toli. Pakaian adat Provinsi Sulawesi Tengah dari suku ini untuk perempuan biasanya terdiri dari blus lengan pendek dengan lipatan kecil pada bagian lengan dan manik-manik dari pita emas (badu), sarung sebatas lutut (lipa), selendang (silempang), celana panjang dengan hiasan sama (puyuka), ikat pinggang berwarna kuning dan berbagai macam aksesoris seperti ting-anting panjang, kalung panjang warna kuning, gelang panjang, dan kembang goyang. Sedangkan untuk pakaian adat prianya biasanya akan memakai blus lengan panjang dengan leher tegak,  sarung selutut, celana panjang, dan tutup kepala yang disebut dengan bsonggo.

4. Pakaian Adat Suku Saluan

Pakaian Adat Suku Saluan
Pakaian Adat Suku Saluan

Suku Saluan merupakan suku yang mendiami daerah di sekitar Kabupaten Luwuk. Suku ini mempunyai pakaian adat yang disebut dengan pakaian Nu’boune dan rok Mahantan (untuk perempuan), sedangkan pakaian Nu’moane dan Koja (untuk pria). Pakaian Nu’boune merupakan semacam blus biasa yang berwarna kuning dan berhiaskan bintang. Sedangkan rok Mahantan merupakan rok panjang semata kaki. Ketika memakai pakaian adat ini, wanita suku Saluan juga akan memakai aksesoris yang diantaranya adalah Kalong (kalung), sunting (anting), Potto (gelang), dan Salandoeng (selendang).

Sementara pada pakaian Nu’moane merupakan kemeja biasa, sedangkan koja adalah celana panjang berwarna gelap. Para pria biasanya akan memakai aksesoris berupa sarung bernama lipa dan topi yang bernama sungkup Nu’ubak.

No comments: