Inilah 6 Pakaian Adat Dari Provinsi Maluku

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Inilah 6 Pakaian Adat Dari Provinsi Maluku

Provinsi Maluku merupakan provinsi yang dikenal mempunyai sejarah paling tua diantara provinsi lainnya di Indonesia. Catatan sejarah tentang Maluku yang ditemukan tertulis di tablet tanah liat di Mesopotamia, Iran, dan Mesir yang menyebutkan bahwa Pulau Maluku ini sebagai negeri yang sangat kaya dari timur. Berbagai macam kekayaan alam seperti cengkeh, emas, dan mutiara memang dihasilkan dari wilayah yang dalam dunia internasional disebut dengan Mollucas ini.

Begitu tuanya sejarah dari Maluku membuat tingkat kebudayaan dan juga nilai-nilai luhur adat istiadat masyarakat Maluku menjadi sangat tinggi. Salah satu bukti bahwa tingginya kebudayaan masyarakat Maluku dapat dilihat pada pakaian adatnya. Pakaian adat Provinsi Maluku yang dikenal dengan nama baju cele atau kain salele merupakan pakaian adat dengan nilai estetis dan juga filosofis tinggi. Meskipun sederhana dan juga secara penggunaan tidak serumit seperti pakaian adat dari provinsi lainnya di Indonesia, pakaian adat Provinsi Maluku ini dianggap mewakili karakteristik adat suku-suku yang ada di Kepulauan Maluku ini.

Daftar Isi

Baju Cele (Pakaian Adat Resmi)

Baju Cele
Baju Cele

Baju cele merupkan baju berwarna merah terang dengan bermotifkan garis-garis emas atau perak yang geometris. Kainnya tebal namun tetap nyaman ketika dipakai. Untuk wanita, baju cele ini biasanya akan dipadukan dengan kain sarung tenun atau kebaya dengan warna yang sama. Sedangkan untuk pria, baju cele ini berbentuk menyerupai jas dan dipakai bersama dengan kemeja sebagai dalaman dan juga celana panjang formal berwarna hitam atau putih untuk bawahannya. Adapun untuk alas kakinya, baik itu pria maupun wanita biasanya menjadikan sepatu vantovel hitam sebagai pilihan utamanya.

Khusus untuk pemakaian baju cele pada wanita, beberapa aksesoris umumnya akan diterapkan sebagai penghias dan juga penambah kecantikan. Beberapa aksesoris pada pakaian adat Provinsi Maluku ini diantara adalah sebagai berikut:
  1. Konde. Konde yang dipakai wanita untuk pelengkap pakaian adat Provinsi Maluku sebenarnya tidak berbeda jauh dengan konde pada umumnya. Hanya saja, warna yang khusus dipakai yaitu konde berwarna perak atau emas. Dalam bahasa Provinsi Maluku konde ini dikenal juga dengan nama Haspel.
  2. Kak kuping, Konde pada umumnya dipadukan dengan 4 (empat) buah kak kuping yang bentuknya menyerupai kembang.
  3. Sisir konde, Sisir konde ini akan diletakan di tengah konde dan berfungsi untuk menjaga konde supaya tetap rapi.
  4. Bunga Ron, aksesoris yang berbahan gabus atau papeceda ini di lingkar pada bagian konde.
  5. Kain Lenso, kain lenso ini merupakan kain saputangan yang diletakkan dan juga direkatkan dibagian pundak memakai temiti. Disebutkan jika pemakaian kain lenso pada pakaian adat Provinsi Maluku ini terjadi akibat pengaruh kebudayaan Belanda.

Baju cele pada umumnya hanya dipakai pada saat-saat tertentu saja. Biasanya masyarakat adat Provinsi Maluku hanya memakai pakaian adatnya ini ketika upacara-upacara adat, seperti pada saat upacara Cuci Negeri, upacara Panas Pela, atau Pelantikan Raja. Namun, saat ini baju cele juga sudah kerap dipakai sebagai pakain resmi di dalam upacara pernikahan atau ketika beribadah ke gereja.

Pakaian Adat Maluku Lainnya

Pakaian Adat Maluku Lainnya
Pakaian Adat Maluku Lainnya

Selain baju cele, Provinsi Maluku sebenarnya mempunyai beberapa pakaian adat lainnya yang akrab dengan kehidupan dan juga kebudayaan masyarakatnya. Beberapa pakaian adat Provinsi Maluku tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kebaya Putih Tangan Panjang

Pakaian adat ini berbahan brokat dengan warna putih yang dahulu biasa dipakai oleh wanita kalangan tertentu, seperti guru, pendeta atau bangsawan dan wanita kerajaan. Kebaya putih tangan panjang umumnya akan dilengkapi dengan berbagai macam aksesori, seperti kancing pada bagian tangan, kancing bagian depan, kaos kaki putih, tusuk konde (karkupeng), hiasan bordir di bagian belakang, sanggul berbentuk bulang, dan alas kaki putih dan canela.

2. Kebaya Hitam Gereja

Kebaya hitam gereja merupakan kebaya lengan panjang dari bahan brokat hitam yang umumnya dipadukan dengan bawahan sarung dari jenis kain yang sama. Beberapa aksesoris pada pakaian adat ini biasanya adalah lenso, canela hitam, kaos kaki putih, dan sanggul bulan lengkap dengan haspel atau usuk konde yang biasanya dipakai sebagai penambah nilai estetis. Sesuai dengan namanya, pakaian adat ini secara umum hanya dipakai sebagai pakaian ibadah gereja.

3. Baniang Putih

Baniang putih merupakan pakaian adat Maluku tengah yang hanya dipakai oleh kaum pria. Pakaian adat ini berupa kemeja dengan leher bundar yang dilengkapi dengan kancing putih. Baniang putih biasanya dipakai sebagai dalaman jas.

4. Kebaya Dansa

Kebaya dansa merupakan pakaian adat yang umumnya dipakai ketika ada pesta rakyat. Pakaian adat Provinsi Maluku yang satu ini merupakan kemeja berleher bundar tanpa menggunakan kancing. Kain yang dipakai untuk membuatnya yaitu berjenis kain polos berkembang kecil. Beda dengan baniang putih, kebaya dansa ini bisa dipakai oleh pria maupun wanita.

5. Baju Nona Rok

Baju Nona Rok berupa kebaya putih panjang berbahan brokat halus serta rok bermotifkan kembang kecil. Baju ini biasa dipakai lengkap dengan aksesoris yang berupa sanggul (konde bulan), tusuk konde (haspel), ikat pinggang perak (peding), dan berbagai macam perlengkapan lain seperti yang dipakai pada baju cale.