Inilah 14 Tarian Tradisional Dari Kalimantan Timur


 
Suku Dayak dan Kutai merupakan dua entitas terbesar di dalam kebudayaan masyarakat Provinsi Kalimantan Timur. Karena kedua hal inilah, tidak heran jika kemudian kebudayaan dari kedua suku ini yang menjadi ikon utama wisata dan kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Berbicara mengenai kebudayaan, pada artikel ini kami akan membahas salah satu aspek penting di dalam kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, yakni tentang tarian tradisionalnya. Nah apa sajakah tarian tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur tersebut? berikut ini penjelasannya.

Daftar Isi

1. Tari Burung Enggang

Tari Burung Enggang

Tarian ini menggambarkan kehidupan dari burung enggang. Tari Burung Enggang atau yang biasa disebut dengan Tari Enggang ini sangat populer di Provinsi Kalimantan timur, khususnya pada suku Dayak Kenyah. Dalam bahasa Dayak kenyah, tarian ini biasa di sebut dengan tari kancet lasan. Tarian ini biasa dimainkan oleh para wanita suku Dayak disana.

Menurut kepercayaan dari masyarakat Dayak kenyah, nenek moyang mereka tersebut berasal dari langit yang turun ke bumi yang menyerupai burung enggang. Sehingga Tari Enggang ini dianggap sebagai suatu penghormatan kepada para leluhur mereka. Burung enggang ini memang sangat dimuliakan oleh masyarakat Dayak terutama pada suku Dayak kenyah. Bulu-bulu burung enggang ini selalu memegang peranan yang penting disetiap upacara adat dan juga tariannya. Selain itu bentuk dari burung enggang ini juga banyak terdapat disetiap ukiran yang dibuat oleh suku Dayak kenyah. Selengkapnya tentang Tari Burung Enggang dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Burung Enggang, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Timur".

2. Tari Ganjur

Tari Ganjur

Tari Ganjur adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Tarian ini merupakan salah satu tarian penting didalam rangkaian Festival Erau, dimana tarian ini dibawakan setiap malam sebagai bagian dari rangkaian ritual bepelas. Selain di Festival Erau, tarian ini juga dapat ditemukan didalam seremoni penyambutan para tamu agung, upacara penobatan Sultan Kutai, dan juga acara sakral lainnya.

Tari Ganjur ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita yang berasal dari kalangan dalam Keraton Kutai. Tarian ini dicirikan dengan sejenis gada kayu yang berlapis kain atau yang sering disebut dengan ganjur. Ganjur ini dimainkan oleh 2 (dua) penari pria secara berpasangan dengan gerakan seolah-olah akan saling menyerang. Selain ganjur, biasanya digunakan pula kipas sebagai perlengkapan bagi penari wanita. Selengkapnya tentang Tari Ganjur dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Ganjur, Tarian Tradisional Dari Kutai Kartanegara Kalimantan Timur".

3. Tari Gantar

Tari Gantar

Tari Gantar adalah salah satu tarian pergaulan para muda-mudi yang berasal dari suku Dayak Benuaq dan suku Dayak Tanjung di Kalimantan timur. Dalam tarian ini para penari menggunakan sebuah tongkat serta bambu pendek sebagai properti menarinya. Tarian ini menggambarkan expresi dari kegembiraan para penari dan juga keramahan dari masyarakat Dayak dalam penyambutan para tamu. Tarian ini sering difungsikan untuk penyambutan para tamu atau para wisatawan yang hadir dalam acara adat di Kalimantan timur. Selengkapnya tentang Tari Gantar dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Gantar, Tarian Tradisional Dari Kalimantan Timur".

4. Tari Gong / Tari Kancet Ledo

Tari Gong / Tari Kancet Ledo

Tari Gong adalah tarian tradisional dari suku Dayak di Provinsi Kalimantan timur yang menggunakan gong sebagai media dalam menarinya. Tarian ini dimainkan oleh seorang gadis yang menari diatas gong dengan penuh keanggunan. Nama Tari Gong ini sendiri diambil dari alat musik gong yang digunakan dalam menari. Tari Gong ini sering disebut dengan nama tari kancet ledo oleh masyarakat Dayak disana. Selengkapnya tentang Tari Gong atau Tari Kancet Ledo dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Gong, Tarian Tradisional Suku Dayak di Kalimantan Timur".

5. Tari Hudoq

Tari Hudoq

Tarian ini menggunakan topeng sebagai perwujudan dari leluhur, binatang, dan dewa. Tarian ini biasanya ditampilkan pada saat pembukaan lahan pertanian atau pada saat setelah menanam padi di ladang. Menurut kepercayaan masyarakat Dayak, tarian ini merupakan ritual permohonan yang ditujukan kepada Tuhan agar hasil pertanian mereka diberikan hasil yang melimpah ruah.

Nama Tari Hudoq ini sendiri diambil dari kata hudoq yang berarti menjelma. Maka dalam tarian ini para penari menggunakan topeng sebagai perwujudan dari binatang atau hama yang dianggap merusak tanaman seperti binatang tikus, gagak, monyet, babi dan binatang lainya. Selain itu ada juga topeng yang melambangkan burung elang yang dianggap sebagai pelindung dan memelihara hasil panen dari masyarakat Dayak dan ada pula topeng manusia yang dilambangkan sebagai para leluhur atau nenek moyang dari mereka. Selengkapnya tentang Tari Hudoq dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Hudoq, Tarian Tradisional Dari Kalimantan Timur".

6. Tari Jepen

Tari Jepen

Tarian ini terinspirasi dari kebudayaan melayu dan juga budaya islam. Tari jepen ini berkembang diberbagai daerah pinggiran sungai Mahakam Provinsi Kalimantan Timur. Tari Jepen ini merupakan salah satu tarian tradisional yang mempresentasikan kebudayaan melayu yang dinamis, energik, atraktif, dan bersahaja.

Pada dasarnya gerakan dalam Tari Jepen ini sangat kental akan nuansa melayu. Sama halnya seperti tarian yang ada di Indonesia lainnya, yakni seperti tari zapin, tari dana, dan tari bedana yang semuanya berasal dari masyarakat suku melayu. Salah satu yang menunjukkan dari ciri khas melayu terlihat pada tata rias serta busananya. Dalam tata rias para penari wanita umumnya dibuat minimalis, tanpa menghilangkan sentuhan dari khas melayu dibusana penari tersebut. Dalam pertunjukannya, tarian ini terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Tari Jepen eroh dan juga Tari Jepen genjoh mahakam. Selengkapnya tentang Tari Jepen dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Jepen, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Timur".

7. Tari Papatai

Tari Papatai

Tarian ini menggambarkan keberanian dari para lelaki dari suku Dayak pada saat berperang. Sama halnya dengan kesenian tari perang suku Dayak lainnya, namun pada tarian ini tidak hanya terdapat seni perang, tapi juga ada seni teatrikal dan seni tari. Dalam masyarakat suku dayak, tarian ini biasa disebut dengan kancet papatay. Gerakan Tarian Papatai didominasi oleh gerakan yang gesit, lincah dan akrobatik. Gerakan saling serang dengan gerakan yang gesit dipadukan dengan seni tari yang indah membuat Tari Papatai ini terlihat mempesona. Selengkapnya tentang Tari Papatai dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Papatai, Tarian Perang Suku Dayak di Kalimantan Timur".

8. Tari Persembahan Kutai

Tari Persembahan Kutai

Tari Persembahan Kutai adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Dahulu, tarian persembahan hanya bisa ditemukan di lingkungan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Tarian ini dibawakan secara khusus oleh putri putri Keraton didalam suatu upacara penyambutan resmi dengan diiringi alat musik gamelan. Tidak ada batasan yang jelas mengenai jumlah para penari dalam tarian ini, tapi dipercaya bahwa semakin banyak jumlah para penari, maka akan semakin baik. Seiring waktu, tarian ini lalu diperbolehkan untuk ditarikan oleh kalangan dari luar Keraton supaya tetap lestari sebagai bagian dari warisan kebudayaan Kutai. Selengkapnya tentang Tari Persembahan Kutai dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Persembahan Kutai, Tarian Tradisional Dari Kutai Kartanegara Kalimantan Timur".

9. Tari Topeng Kemindu

Tari Topeng Kemindu

Tari Topeng Kemindu adalah salah tarian tradisional yang berasal dari Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Tarian ini sering disebut juga dengan tari topeng Kutai, hal tersebut digunakan untuk membedakan dengan berbagai jenis tarian tradisional yang ada di berbagai daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Dahulu, Tari Topeng Kemindu ini hanya berkembang dikalangan terbatas. Tarian ini hanya dapat dibawakan oleh orang-orang dari strata sosial tertentu, yakni para remaja putri dari kalangan bangsawan yang ada di Kesultanan Kutai. Seiring waktu, tarian ini mulai diperbolehkan untuk dibawakan oleh masyarakat yang ada di luar lingkungan Keraton. Perubahan ini terjadi dimasa pemerintahan Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II dengan tujuan untuk mempopulerkan dan menjaga kelestarian seni tradisi dari Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Selengkapnya tentang Tari Topeng Kemindu dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Topeng Kemindu, Tarian Tradisional Dari Kutai Kartanegara Kalimantan Timur".

10. Tari Datun Julud

Tari Datun Julud

Tarian Datun Julud adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari kalangan masyarakat Kayan atau Kenyah yang mendiami pedalaman Kutai, Berau, Bulungan, dan Pasir yakni kawasan persempadanan antara Sarawak dan Provinsi Kalimantan Timur. Tarian ini biasanya dibawakan di hari-hari besar ataupun untuk merayakan kedatangan para pelawat ke rumah panjang, terutama para pelancong dari luar negeri.

Tari Datun Julud merupakan tarian wajib bagi suku dayak kenyah. Karena di dalam upacara apa saja tarian datun julud ini selalu dihadirkan, seperti pada upacara adat mecaq undat ataupun pesta panen. Bahkan dapat sehari penuh jika merayakan kemenangan di dalam peperangan. Selengkapnya tentang Tari Datun Julud dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tarian Datun Julud, Tarian Tradisional Suku Dayak Di Kalimantan".

11. Tari Belian Bawo

Tari Belian Bawo

Tari Belian Bawo merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Suku Dayak di Kalimantan Timur. Tarian ini kerap ditampilkan dalam berbagai macam upacara adat suku Dayak. Kata belian bawo pada tarian ini berasal dari kata belian dan bawo. Belian artinya cara penyembuhan orang sakit, sedangkan bawo artinya bukit atau gunung. Sesuai dengan namanya, bagi suku dayak yang berdiam di Kutai Tari Belian Bawo ini berfungsi sebagai media pengobatan. Selain untuk pengobatan, tarian ini juga kerap dipakai untuk memanggil hantu atau yang dalam bahasa benuaq sering disebut dengan Belih atau Uo’q.

Dalam perkembangannya, saat ini belian bawo sudah jarang sekali dilakukan oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya penerapan ajaran kepercayaan asli masyarakat sesudah masuknya ajaran agama Kristen. Selain itu kemajuan didalam bidang pendidikan juga memengaruhi pola berpikir masyarakat dimana lebih mempercayai pengobatan medis dibandingkan dengan pengobatan secara tradisional. Selengkapnya tentang Tari Belian Bawo dapat anda lihat pada artikel berjudul "Tari Belian Bawo, Tarian Tradisional Dari Kalimantan Timur".

12. Tari Leleng

Tari Leleng

Kata "Leleng" pada tarian ini berasal dari bahasa Kenyah yang artinya adalah berputar-putar. Tarian ini menceritakan Utan Along, yaitu sebutan bagi seorang gadis yatim dimana sedang bimbang disebabkan kekasihnya pergi dan belum kembali. Berputar-putar sendiri melambangkan kebimbangan seperti halnya orang yang sedang kebingungan dan kemudian mondar-mandir. Begitu juga dengan Utan Along. Karena hal itulah dinamakan Leleng. Dalam pertunjukannya, biasanya tarian ini akan diiringi oleh nyanyian leleng, dimana nyanyian tersebut menceritakan tentang Utan Along.

13. Tari Kancet Punan Letto

Tari Punan Letto ini berasal dari 2 kata, yakni punan dan letto. Kata "Punan" artinya adalah merebut, sedangkan kata "letto" artinya gadis atau wanita. Sesuai dengan namanya bahwa tarian ini memang menceritakan mengenai 2 orang pemuda yang sama-sama mencintai seorang gadis dan kemudian memperebutkannya.

14. Tari Ngelewai

Tari Ngelewai merupakan tarian tradisional Kalimantan Timur yang umumnya diiringi oleh musik Rendete, yakni musik khas suku Dayak Tonyoi-Benuaq. Dalam pertunjukannya, Tari Ngelewai akan dibawakan oleh para gadis-gadis cantik dengan menggunakan selendang sebagai propertinya. Tari Ngelewai juga biasa dibawakan untuk tarian penyambutan tamu agung dan acara sukacita.
Suka artikel berjudul Inilah 14 Tarian Tradisional Dari Kalimantan Timur, Yuk bagikan ke: